Entry: itulah: kau! Monday, August 10, 2009



sembari melafalkan wajahmu pada resonansi abjad-abjad, aku basuh lukamu dengan getir khatulistiwa.

memunguti batu-batu,
menghitung ujung rambutmu dari harap-harap kehadiran.

menapaki jalan-jalan, menangisi kesendirian melulu.
tak ada yang mencoba memecah kesuntukan. berdamai
dengan matahari.
itulah: kau!

sebagian hari kau nampak pucat. seperti wajah bulan di telan gerhana. ayo, berikan senyummu pada cakrawala. biar segera jelma kepastian. sebagian hari kau habiskan di puncak panderman. sewaktu kau buka cerita tentang nenek moyang yang mati sebagai pahlawan-pahlawan kesiangan. sebagian hari kau seperti tertawa. menabur gembira isi neraka di koran-koran. ayo, berikan kepastian untuk melihat surga.
itulah: kau!

di mana terserak kesungguhan yang memberi ruang pada setiap langkah. senantiasa gelisah pada jalinan panjang amarah. ah, wajah personifikasi dongeng-dongeng sejarah.

   1 comments

samid
August 22, 2009   11:52 PM PDT
 
abjad merangkai, menopang

wangilusi redam berang

pundak, meninggi terang

menyimpan pelangi senang?

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments